بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Ayruel Blog(Hak Cipta Milik ALLAH…silahkan copy paste…)

Memahami Makna Iqro’

Posted by Ayruel pada 17 Desember 2012

Assalaamu Alaykum Warohmatulloohi Wabarokaatuh

Alhamdulillah,..sudah lama rasanya tidak posting.
Kali ini saya mencoba mengulang2 kaji dari awal lagi.yaitu kita mulai dari Iqro’
Apa itu Iqro?
Iqro jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia adalah : Bacalah

Nah pertanyaan berlanjut,bagaimana cara membaca? Baca entri selengkapnya »

Posted in Daftar Semua Artikel, Islam, Tafsir | 1 Comment »

Saksi atau Hakim ?

Posted by Ayruel pada 20 Mei 2011

Assalaamu Alaykum wr.wb

Banyak netter kristiani memanfaatkan hadist Mutawatir untuk menuhankan nabi Isa AS dengan alasan Nabi Isa AS adalah Hakim yang adil menurut hadist mutawatir sedangkan Alqur’an mengatakan ALLAH sebagai Hakim yang adil,maka bak gayung bersambut mereka lantas mengklaim bahwasanya Nabi Isa AS atau yesus menurut mereka adalah ALLAH …

salah satu Hadist tersebut adalah :

وَالّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمْ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلاً فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ وَيَفِيضَ الْمَالَ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ حَتَّى تَكُونَ السَّجْدَةُ الْوَاحِدَةُ خَيْرًا مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ وَاقْرَأُوا إِنْ شِئْتُمْ وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلاَّ لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh Isa ibnu Maryam di kalangan kamu hampir turun, sebagai hakim yang adil, lalu ia memecahkan salib dan membunuh babi, menghilangkan pajak, melimpahkan harta sehingga tiada seorang pun yang mau menerimanya, sampai-sampai satu kali sujud lebih baik daripada dunia dan apa yang ada di dalamnya; kemudian Abu Hurairah ra berkata: Bacalah oleh kalian jika engkau mau: “Dan tiada seorangpun ahli kitab, kecuali ia mengimaninya kematian Isa di atas salib sebelum matinya ahli kitab itu dan pada hari Qiamat ia akan menjadi saksi atas mereka (Al-Bukhari, Juz II, bab Nuzulu Isa ibni Maryam, hal. 256, Sulaiman Mar’I, Sangkapura Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya, Al-Bukhari, Muslim, At-Turmudzi, Ibnu Majah dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anh dan Kanzul-Umal, Juz XIV/38842)Hadist Mutawatir.

Sedangkan ayat alqur’an yang disinggung diatas adalah :

وَإِن مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلاَّ لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيداً

[4:159] Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (‘Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti ‘Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.

Trus manakah yang benar?
Tentu saja Alqur’an yang benar.

Inkar Sunnah atau Inkar Qur’an?
Tentu saja tidak dua2nya.

Bagaimana kita bersikap ?

أَفَغَيْرَ اللّهِ أَبْتَغِي حَكَماً وَهُوَ الَّذِي أَنَزَلَ إِلَيْكُمُ الْكِتَابَ مُفَصَّلاً وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْلَمُونَ أَنَّهُ مُنَزَّلٌ مِّن رَّبِّكَ بِالْحَقِّ فَلاَ تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

[6:114] Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quraan) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quraan itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu.

أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ 

95.8. Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?

Nabi Isa AS sebagai hakim di dunia bagi manusia menurut hadist yang diriwayatkan mutawatir,dan sebagai saksi di yaumil qiyaamah menurut Alqur’an.dan tentu bukan nabi Isa AS saja sebagai saksi :

فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَـؤُلاء شَهِيداً

[4:41] Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).

وَيَوْمَ نَبْعَثُ مِن كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيداً ثُمَّ لاَ يُؤْذَنُ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ وَلاَ هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ

[16:84] Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan dari tiap-tiap umat seorang saksi (rasul), kemudian tidak diizinkan kepada orang-orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) mereka dibolehkan meminta ma’af.

بَلِ الْإِنسَانُ عَلَى نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ

[75:14] Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri

Semoga bermanfa’at

Wassalam

Posted in Daftar Semua Artikel | 12 Comments »

Makna Bersemayam mestikah dicoret?

Posted by Ayruel pada 23 April 2011

Assalaamu alykum wr.wb

Alhamdulillah..setelah sekian lama mencari makna pemahaman makna dari kata istawa اسْتَوَى .Jawaban dari Alqur’an pun datang.Sebelumnya mari sama 2 kita lihat ayat – ayat alqur’an dengan kata اسْتَوَى yang diterjemahkan bersemayam juga perhatikan yang saya bold.Berikut ayat2 yang saya kumpulkan :

1.Al A’raaf 54

54. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

2.Yunus 3

3. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa’at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? 

3.Ar Ra’d 2

2. Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.

4.Thaahaa 5-6

5. (Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas ‘Arsy

6. Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah.


5.Al Furqaan 59

59. Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia


6.As Sajdah 4-5

4. Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan

5. Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu


7.Al Hadiid 4

4. Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas ´arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. 

Demikianlah berbagai ayat yang diterjemahkan bersemayam di dalam alqur’an.jika kita ingin mengetahui maknanya,maka perhatikanlah yang saya bold diatas dan sebagai pertimbangan coba lihat ayat ini :

Al Baqarah 29

29. Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Di ayat ini istawa اسْتَوَى tidak diterjemahkan bersemayam.Memang susah mencari makna yang pas jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia… menurut saya istawa اسْتَوَى bisa diterjemahkan dengan : menetapkan ketentuan,Memprogram.kalau ada makna yang dirasa pas dalam bahasa Indonesia silahkan di kemukakan dengan menimbang apa yang saya bold diatas.kita melihat terlalu banyak yang salah memahami makna bersemayam pada terjemahan Alqur’an ke bahasa Indonesia sa’at ini.

Sekian dulu dari saya ,mohon ma’af atas segala kekurangan. dan semoga bermanfa’at dan wassalam

Posted in Daftar Semua Artikel, Islam, Tafsir | 12 Comments »

Membangun ekonomi desa mandiri secara islami

Posted by Ayruel pada 14 April 2011

Assalaamu alaykum wr.wb.

Menurut saya,desa mandiri adalah desa yang memenuhi segala keperluan atau kebutuhan mereka sendiri.Berbicara tentang keperluan,tentu tidak lepas dari :

1.Pangan
2.Sandang
3.dan papan.

dari ke 3 hal tersebut kebutuhan Tertinggi adalah Iman.Tanpa iman,semua kebutuhan tersebut hanya sia2.dengan kata lain tak ubah dengan binatang.Tentang Iman sudah saya bahas sebelumnya.

Secara sederhana 3 kebutuhan itu jika sudah terpenuhi secara layak,tentu sudah membuat masyarakat hidup sejahtera.Akan tetapi sesuai perkembangan zaman,Kebutuhan yang 3 itu mesti dibantu lagi oleh kebutuhan – kebutuhan lain yang menunjang kebutuhan yang 3 tersebut.Diantaranya :

1.Pendidikan
2.Industri
3.Transportasi
4.Perhiasan

Juga didukung oleh Desa yang mempunyai :

1.Masjid
2.Sekolah
3.Kantor,balai desa dan lembaga – lembaganya
4.Pos ronda,keamanan,kebersihan
5.Jalan,parit dllnya
6.Listrik,energi
7.Pasar
8.Sarana Informasi dan Komunikasi,penyuluhan
9.Pengairan ke rumah – rumah
10.Sarana olahraga dan hiburan
11.Koperasi,Bank Desa Islami
12.Klinik,pusatkesehatan masyarakat
13.Tempat pembuangan sampah
14.Irigasi

Baca entri selengkapnya »

Posted in Daftar Semua Artikel, Ekonomi, Islam | 2 Comments »

Tips berusaha,bekerja dll

Posted by Ayruel pada 8 April 2011

Assalaamu Alaykum wr.wb

Mengingat ayat :

84. Al Insyiqaaq-6. Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.

dan :

92. Al Lail-4. sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.

Baiklah langsung aja tips yang saya kumpulkan untuk meningkatkan suatu usaha kita:

1.Tawakkal pada ALLAH SWT.

Karena segala sesuatunya ditetapkan oleh ALLAH SWT.Kita tidak mengetahui hari esok kita.Entah baik atau buruk dalam pemahaman kita yang akan kita hadapi.Baik buruknya suatu hal tergantung bagaimana kita memahamiinya.contoh : Jika suatu hari kita jatuh sakit.belum tentu itu musibah bagi kita.barangkali di hari kita sakit, tempat usaha/kerja kita mengalami kebakaran,atau kendaraan yang biasa kita pakai untuk bekerja akan mengalami kecelakaan dll.intinya berbaik sangka (husnuzzon) dalam segala hal atau keadaan.Yang mana.. makna tawakkal lebih luas dari sekedar yang saya pahami .makanya saya menempatkan Tawakkal pada nomor 1.itu sudah mencakup semuanya.tips yang lain hanya sekedar pengingat. Baca entri selengkapnya »

Posted in Daftar Semua Artikel, Ekonomi, Islam | Leave a Comment »

Membelah Bulan?

Posted by Ayruel pada 12 Maret 2011

Assalamu Alaykum Warohmatullohi wabarokaatuh..

Alhamdulillah…setelah lama tidak memposting akhirnya bisa kembali walaupun masih copas sana sini.Baiklah langsung saja kita menyimak ayat berikut ini :

 

Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. (QS Al Qamar: 1)

Kata ‘terbelah’ yang digunakan di ayat ini berasal dari kata dalam bahasa Arab, syaqqa, yang mempunyai berbagai makna. Dalam sejumlah tafsir atas ayat Al Qur’an ini, makna ‘terbelah’ lebih tepat. Tetapi kata syaqqa dalam bahasa Arab dapat juga berarti ‘membajak’ atau ‘mencangkul’ tanah. Baca entri selengkapnya »

Posted in Daftar Semua Artikel, Ekonomi, Islam, Tafsir | 28 Comments »

Beda Pendapat Hari Raya

Posted by Ayruel pada 13 Januari 2011

Assalamu Alaikum WR WB

Alhamdulillah…Perbedaan pendapat dalam menentukan hari raya,terkadang menjadi suatu masalah..padahal..itu bukan suatu masalah yang besar jika kita bisa memahami.

Disini saya takkan memakai dalil2 untuk menjelaskan..karena saya yakin sudah banyak yang membahasnya.Begini…

Seandainya GMT dimulai dari Mekkah?

Seandainya awal hari ahad dimulai dari kota Mekkah(maksudnya jam 00.00 hari ahad dimulai dari Mekkah)?

Maka hari apa di Indonesia?

Bagaimana dgn Irak,Iran,India..negeri2 yang terdekat dari Mekkah?

Wassalam ,Semoga bermanfaat…

Posted in Daftar Semua Artikel, Islam, Tafsir | 1 Comment »

Mantan Tuhan?

Posted by Ayruel pada 30 Oktober 2010

Assalamu Alaykom Warohmatullohi Wabarokaatuh

Banyak diantara kita yang terkadang terjebak oleh berbagai pertanyaan dan jawaban.Terkadang itu malah membuat sesat pemahaman kita.Sebagai Muslim yang berpikiran sehat,tentu kita tak mau diracuni oleh berbagai polapemikiran sesat ini.Ada banyak pola pertanyaan menjebak yang dilontarkan oleh tetangga2 kita.Salah satunya adalah :

Bisakah Tuhan Menjadi Manusia?

Pertanyaan seperti ini menjebak diantara kuasa dan lemah.lebih singkatnya pertanyaan seperti ini bisa juga berbunyi:

Bisakah si Kuat menjadi si Lemah?

Jika pertanyaan seperti ini diajukan pada manusia,maka jawabannya sudah pasti bisa.Tapi jika pertanyaan ini diajukan pada Sang pencipta,maka ini menjadi suatu masalah pertanyaan yang harus diluruskan.Maksudnya pertanyaan seperti ini mesti diralat.

Kuat = bukan Lemah

Tuhan = bukan manusia

Jadi jangan bilang kuat kalau dia lemah.Jangan bilang Tuhan kalau dia manusia.

Itu lawan Kata.

Jika si kuat menjadi lemah ,maka dimana nilai kuatnya.atau bisa dikatakan si Mantan kuat.atau istilah lain kuat asal2an,kuat bohongan alias bukan Kuat sebenarnya.

Jadi Si kuat takkan pernah menjadi lemah. Dan itu berarti si penanya menanyakan suatu soal yang salah.

Banyak diantara tetangga kita memanfatkan jebakkan seperti ini kepada kita.yang penting kita jangan terjebak dalam pola pemahaman mereka.contoh lain:

Bisakah Tuhan membelah dua?

Bisakah Tuhan beranak?

Bisakah Tuhan bodoh ,dll

Ingat Maha Kuasa bukan lemah.walau mereka nanti mentertawakan jika dijawab tidak bisa.serta berkata Tuhan anda tak maha kuasa alias tak bisa apa2.itu hanya pola pemikiran mereka,yang jelas ALLAH itu Maha Kuasa.maka jika dijawab bisa,itu sama saja dgn mengatakan ALLAH tidak maha kuasa.alias ALLAH lemah.dan itu bukan ALLAH.dgn arti lain MANTAN TUHAN.

Jadi orang yang masih bertanya dengan pertanyaan salah seperti itu,maka kita maklumin bahwasanya mereka bertuhankan MANTAN TUHAN.

Sebenarnya tak banyak perbedaan artikel ini dengan artikel sebelumnya disini

Semoga bermanfaat

Wassalam.

Posted in Daftar Semua Artikel, Islam, Kristen, Tafsir | 17 Comments »

KEADAAN HATI

Posted by Ayruel pada 2 Juli 2010

Assalamu Alaikum Wr.Wb

A. Makna dan definisi Hati.

Hati dinamakan Qolbun (قَلْبٌ) karena cepat dan dahsyatnya mengalami pergolakan (berbolak-balik) dan senantiasa terombang-ambing.

Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

{إِنَّمَا سُمِّيَ القَلْبُ مِنْ تَقَلُّبِهِ ،إِنَّمَا مَثَلُ القَلْبِ كَمَثَلِ رِيْشَةٍ مُعَلَّقَةٍ فِيْ أَصْلِ شَجَرَةٍ يُقَلِّبُهَا الرِّيْحُ ظَهْرًا لِبَطْنٍ}

“Sesungguhnya dinamakan qolbun karena gampang berbolak-balik. Sesungguhnya perumpamaan hati adalah seperti bulu yang tergantung di atas pohon yang dapat di bolak-balikkan hembusan air, ke kiri dan ke kanan”. (HR. Ahmad: 4/408 dan dalam Shohih Jami’: 2365).

Didalam riwayat lain disebutkan:

{مَثَلُ القَلْبِ كَمَثَلِ رِيْشَةٍ بِأَرْضِ فُلَاةٍ يُقَلِّبُهَا الرِّيْحُ ظَهْرًا لِبَطْنٍ}

“Perumpamaan hati seperti bulu yang ada di tanah lapang yang di bolak-balikan oleh angin, ke kiri maupun ke kanan”. (HR. Ibnu Abi ‘Ashim dalam kitab Sunnah:227 dan isnadnya Shohih).

Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

{لَقَلْبُ ابْنِ آدَمَ أَسْرَعُ تَقَلُّبٍ مِنَ القِدْرِ إِذَا اسْتَجْمَعَتْ غَلَيَانًا}

“Sesungguhnya hati anak Adam lebih cepat bolak-balik dari pada periuk ketika didihannya menyatu”. (lihat: Dzilaul Jannah: 1/102)

Karena cepat dan dahsyatnya berbolak-baliknya hati, maka Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam berdo’a:

{اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ القُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ}

“Ya Alloh, Dzat yang memolang-malingkan hati-hati, palingkanlah hati kami dalam keta’atan kepada-Mu”. (HR. Muslim: 2654)

{يَا مُقَلِّبَ القُلُوْبِ ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ}

“Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, tetapkanlah hati kami dalan agama (Islam)”. (HR. Ahmad: 23463)

Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

{أَلَا وَ إِنَّ فِيْ الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلُحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ القَلْبُ}

“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad ada segumpal darah, apabila ia baik, maka baiklah seluruh jasadnya. Dan apabila ia rusak, maka rusaklah seluruh jasadnya. Itulah gambaran hati”. (HR. Bukhori: 53 dan Musllim: 1599)

B. Macam-macam Hati

Hati di lihat dari sudut hidup dan matinya terbagi menjadi 3 macam, yaitu:

1. Hati yang Sehat / Selamat (قَلْبٌ صَحِيْحٌ سَلِيْمٌ).

Qulbun salim yang dapat membawa keselamatan di sisi Alloh subhanahu wa ta’ala adalah:

{الَّذِيْ قَدْ سَلِمَ مِنْ كُلِّ شَهْوَةٍ تُخَالِفُ أَمْرَ اللهِ وَ مِنْ كُلِّ شُبْهَةٍ تُعَارِضُ خَبَرَهُ}

“Hati yang selamat dari setiap syahwat yang menyalahi perintah dan larangan Alloh serta selamat dari setiap syubhat yang bertentangan dengan berita-berita-Nya”. (lihat Ighotsul Lahfan: 1/12)

Keadaannya selamat dari ubudiyah (peribadatan) kepada selain-Nya dan selamat bertahkim kepada selain Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam, serta selamat dalam mencintai Alloh subhanahu wa ta’ala di iringi tahkim kepada-Nya, tawakkal dan dengan menjauhkan diri dari kemurkaan-Nya.

2. Hati yang Mati. (قَلْبٌ مَيْتٌ)

Hati yang mati adalah hati yang tidak memiliki kehidupan yakni tidak mengenal Alloh subhanahu wa ta’ala, tidak beribadah kepadanya sesuai dengan perintahnya. Dia selalu tunduk pada syahwat dan keinginannya, sekalipun mengandung kemurkaan dan kebencian Robbnya. Ketika ia berhasil dengan syahwat dan keinginannya, ia pun tidak peduli apakah Robbnya ridho atau murka. Jika ia mencintai, ia cinta karena hawa nafsunya. Jika ia benci, maka ia pun benci karena hawa nafsunya. Jika ia memberi, maka ia memberi karena hawa nafsunya dan seterusnya. Hawa nafsu adalah Imamnya, syahwat adalah komandonya, kejahilan adalah sopirnya dan kelalaian adalah kendaraannya.

3. Hati yang Berpenyakit. (قَلْبٌ مَرِيْضٌ)

Penyakit hati adalah bentuk kerusakan yang terjadi di dalam hati yang dapat merusak tashowwur (wawasan keilmuan) dan irodah (keinginan)nya. Tashowwurnya dirusak oleh syubhat yang diberikan, sehingga ia tidak mampu melihat kebenaran, atau ia melihatnya tidak sesuai dengan hakekatnya. Irodahnya pun dirusak dengan cara membenci kebenaran yang membawa manfa’at dan kebathilan yang membawa mudhorot.

Dua macam penyakit yang merupakan biang dari segala macam penyakit hati lainnya sekaligus menjadi sumber dari terjadinya berbagai bentuk pelanggaran dan kemaksiatan seorang hamba dihadapan Alloh subhanahu wa ta’ala, pertama adalah penyakit syubhat dan syak (keraguan), keduanya adalah penyakit syahwat dan ghoy (penyimpangan ilmu).

Tiga macam hati tersebut telah dijelaskan oleh Alloh subhanahu wa ta’ala dalam firman-Nya:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّا إِذَا تَمَنَّى أَلْقَى الشَّيْطَانُ فِي أُمْنِيَّتِهِ فَيَنْسَخُ اللَّهُ مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ ثُمَّ يُحْكِمُ اللَّهُ آَيَاتِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (52) لِيَجْعَلَ مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ فِتْنَةً لِلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَفِي شِقَاقٍ بَعِيدٍ (53) وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَيُؤْمِنُوا بِهِ فَتُخْبِتَ لَهُ قُلُوبُهُمْ وَإِنَّ اللَّهَ لَهَادِ الَّذِينَ آَمَنُوا إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (54)

“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang Rosulpun dan tidak (pula) seorang Nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaithonpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Alloh menghilangkan apa yang di masukkan oleh syaithon itu, dan Alloh menguatkan ayat-ayat- nya. Dan Alloh Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaithon itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang dzolim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat. Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al-Qur’an itulah yang hak (kebenaran) dari Robb-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Alloh adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus”. (QS. Al Hajj [22]: 52-54)

Sumber :Nurulilmi

Posted in Daftar Semua Artikel, Islam | 6 Comments »

Sombong VS Tawadhu

Posted by Ayruel pada 31 Januari 2010

Sifat sombong adalah sesuatu yang sangat tercela. Karena Al Qur’an dan As Sunah mencelanya dan mengajak kita untuk meninggalkannya. Bahkan orang yang mempunyai sifat ini diancam tidak masuk ke dalam surga. Sebaliknya, di dalam Al Qur’an Allah memuji hamba-hamba-Nya yang rendah hati dan tawadhu’ kepada sesama. Allah ta’ala berfirman,

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

“Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih adalah orang-orang yang berjalan di atas muka bumi dengan rendah hati dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (QS. Al Furqaan: 63)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim)

Celaan Terhadap Kesombongan dan Pelakunya

Allah ta’ala berfirman,

إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ

“Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. An Nahl: 23)

Allah ta’ala juga berfirman,

تِلْكَ الدَّارُ الْآَخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا

“Itulah negeri akhirat yang Kami sediakan bagi orang-orang yang tidak berambisi untuk menyombongkan diri di atas muka bumi dan menebarkan kerusakan.” (QS. Al Qashash: 83) Baca entri selengkapnya »

Posted in Daftar Semua Artikel, Islam | 19 Comments »

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.