بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Ayruel Blog(Hak Cipta Milik ALLAH…silahkan copy paste…)

ALLAH…Salah Satu Nama Pencipta

Posted by Ayruel pada 22 Februari 2009

Assalamu alaikum wr wb

Mengenal tuhan adalah pelajaran yang seharusnya diajarkan oleh setiap orang tua kepada anaknya, karena mengenal tuhan dengan segala sifat yang menyertainya merupakan seutama-utamanya kelurusan tauhid yang harus dipahami dan diyakini oleh setiap manusia yang memilki rasa dan akal budi

Nah sekarang, jika kamu ditanya : Siapakah Tuhanmu ?. Maka, Katakanlah bahwa Tuhanku adalah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan yang menjadi sebab dari sekalian sebab dan Tuhan tempat bengantung segala sesuatu. Tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia. (Q.s Surat al Ikhlas)

Itulah Allah, Tuhan, yang tidak ada yang berhak disembah selain Dia. Dia Tuhan yang tidak pernah tidur, kekal selama-lamanya dan terus menerus mengurus hambanya. Tidak mengantuk lagi pula tidak pernah tidur. Dia yang memiliki apa-apa yang ada di bumi dan apa-apa yang berada di langit. Sesungguhnya Tuhanmu adalah Allah, Tuhan Yang Maha Esa dan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Jawaban tersebut tentunya bukan hanya sekedar jawaban yang terlahir dari lisan saja, tetapi merupakan ungkapan hati yang mengandung konsekuensi taat, tunduk dan patuh atas semua perintah yang telah diperintahkan-Nya, baik itu perintah untuk meninggalkan segala sesuatu ataupun perintah untuk mengerjakannya atau secara umum dikatakan, menghentikan semua larangan-Nya dan mengerjakan semua perintah-nya tanpa sebab yang lain selain dari sebab karena Dia. Itulah keyakinan tauhid yang benar lagi lurus.

Lebih jauh, sesungguhnya Asal dari kata “ Allah “ adalah kata “ al-Ilah “ pemakaian kata al- untuk kata ilah untuk sesuatu yang tertentu. Sedangan ilah-tanpa al adalah umum

Ilah/jamaknya alihah = semua yang disembah oleh manusia baik yang benar atau yang salah

Allah= khusus untuk nama zat yang berhak disembah karena dialah pemilik dan menciptakan alam semesta ini.(Tuhan yang sesunggunya).

Nama Allah ini bukan nama satu-sutunya nama zat yang menciptakan alam semesta ini, Islam mengenal 99 nama lain

Nabi Ibrahim tidak mnyebut nama tuhan dengan Allah tetapi dengan sipat dengan pernyataannya “ aku hadapkan jiwa ragaku kepada yang menciptakan langit dan bumi dan aku bukan orang yang mempersekutukannya

Dialog nabi Musa dengan raja Fir’aun Nabi Musa tidak bicara nama, inilah dialognya.

(Q.S surat thaha ayat 49 s/d 55)

49. Berkata Fir’aun: “Maka siapakah Tuhanmu berdua, hai Musa?

50. Musa berkata: “Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk

51.Berkata Fir’aun: “Maka bagaimanakah keadaan umat-umat yang dahulu?”

52. Musa menjawab: “Pengetahuan tentang itu ada di sisi Tuhanku, di dalam sebuah kitab, Tuhan kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa;

53. Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.

54. Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal

55. Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain,

50. Musa berkata: “Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk[925].

51.Berkata Fir’aun: “Maka bagaimanakah keadaan umat-umat yang dahulu?”

52. Musa menjawab: “Pengetahuan tentang itu ada di sisi Tuhanku, di dalam sebuah kitab[926], Tuhan kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa;

53. Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.

54. Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal

55. Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain,

Orang-orang kafir menamakan tuhan-tuhan mereka dengan Alihah karena menurut keyakinan mereka berhala-berhala dan patung-patung itu adalah tuhan-tuhan mereka dan tuhan-tuhan itu berhak untuk disembah,. Ibnu Atsir menyatakan bahwa nama Ilah diambil dari kata Alihah. Jadi kata Ilah berarti sesuatu yang dianggap tuhan atau yang dipertuhankan

Pemakaian kata Allah sebagai nama bagi Tuhan SWT Yang Maha Esa dalam kosep pemahaman hukum islam bukan pemberian makhluk yang menyembahNya, tetapi merupakan sebutan sendiri oleh Tuhan tentang diriNya, Tidak ada satu makhluk pun di dunia ini yang berhak memberikan nama untuk Tuhan SWT. Allah telah memperkenalkan diriNya sendiri dengan nama yang dipilihNya sendiri melalui ayat-ayat tauhid yang dimuat dalam isi kandungan Al-Quran dan Hadist Rasulullah Muhammad SAW yang dapat dilihat pada kajian-kajian berikutnya.

Berdasarkan pendapat-pendapat diatas dan berapa pendapat-pendapat lain yang terkenal dapat disimpulkan bahwa kata Allah yang dipakai sebagai nama oleh Tuhan yang berhak disembah, yaitu Tuhan yang menciptakan alam semesta ini.

Sedangkan ilah/jamaknya alihah adalah nama umum untuk sembahan yang disembah oleh manusia.

Dalam Kajian ini dinyatakan bahwa sembahan-sembahan itu tidak benar dan sesat, kecuali sembahan-sebahan itu adalah Allah yang merupakan Tuhan Yang Maha Esa, tuhan yang telah menciptakan semua makhluk dan tuhan bagi semua makhluk yang gaib ataupun yang nyata, sebagaimana yang telah dimaklumi oleh bangsa Arab dalam pengucapan mereka dan dalam Al-Quran yang diturunkan dalam bahasa arab yang mudah dimengerti dan difahami semua manusia yang mau mempelajarinya.

Jadi setelah kita melakukan kajian dalam konsep yang lain, teranglah bagi kita bahwa ternyata Allah adalah nama zat yang khusus untuk zat yang menciptakan alam semesta ini atau Tuhan yang sesungguhnya. Yahudi menyebutnya dengan Eloh , mungkin umat lain menyebutnya dengan istilah yang berbeda.

Ilah/alihah= Nama umum untuk semua yang jadi sembahan manusia

64. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah.” Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” Q.S Ali Imran ayat 64)
Allah adalah hanya salah satu dari nama-nama yang agung yang dipakai oleh Allah SWT untuk memperkenalkan diri-Nya sendiri kepada hamba-Nya.
Wassalam …sumber : H.Bustamam Ismail

9 Tanggapan to “ALLAH…Salah Satu Nama Pencipta”

  1. kweklina said

    thanks buat penejlasannya…

    ya akhir-akhir ini banyak blog membahahas tentang Tuhan atau Allah, salah satunya aku baca disini

    http://ratnakumara.wordpress.com/2008/11/11/ketuhanan-yang-maha-esa-dalam-buddhisme/

    dan beberapa blog lain…benar membuatku migren…

    o..ya,…Thanks juga buat komentar bijaksanamu diblogku dan juga pelurusan komentarku diblog http://itmam.wordpress.com/2009/01/26/benarkah-allah-itu-ada/

    walaupun kita dari agama yang berbeda, tapi aku akan mengambil ilmu pengetahuan dari semua sahabat supaya saya bisa menemukan jawaban yang sebenarnya.

    salam persahabatan dariku!

  2. Itmam Aulia said

    he,,he,, judulnya sedikit mengecoh…😀

  3. @kweklina

    Makasih kunjungannya…
    Salam persahabatan juga…

    @itmam…
    hasil copy..judulnya diganti..kepanjangan

  4. myrazano said

    Terimaksih atas informasinya kalau postingan saya mendapat bantahan dari orang lain. Sekali lagi terimakasih

    Sebelunya saya dudah membaca tulisan aslinya pada blog H.Bustamam Ismail

    Saya myrazano. Pada awalnya ingin menjawab tulisan yang bernada bantahan terhadap postingan saya di http://myrazano.com. tapi setelah saya cermati dan pertimbangkan, akhirnya saya putuskan untuk tidak perlu melayani tanggapan seperti itu dengan alasan :

    1. Saya tidak diberi tahu kalau tulisan saya dibantah atau diberi link sebagai sumber tulisan
    2. Setelah saya membaca komentar dan jawaban komentar pada postingan tersebut saya melihat aura arogansi yang sangat kuat ( biasanya ini difahami oleh faham Wahabi atau muktakzilah )
    3. Imam Gazali mengatakan tidak perlu melayani orang yang suka berdebat ( kecuali berdiskusi ) karena kebanyakan penghuni neraka dan orang-orang yang disesatkan ALlah pemahamanya adalah orang yang suka berdebat ( hadist )
    4. kalau pertanyaan atau ajakan diskusi, tentu sudah lama saya tanggapi

    @ all muslimin :

    Saya sarankan ” Jangan melihat buku hanya dari sampul luarnya saja ”
    ” Berdebat adalah kebiasaan Muktazilah ”

    STA mengatakan bahwa ” Buku ini telah selesai saya baca, tapi masih halaman pertama ”

    salam kenal untuk semua

    dan salam sukses untuk Ayruel. semoga persahabatan ini menjadi ersudaraan yang diberkahi Allah swt. Amin

  5. @myrazano
    Yach…kayaknya memang bertujuan untuk berdebat….sebenarnya hanya pola pemahaman saja…
    Myrazano…meliat di sisi makrifat
    H.Bustamam Ismail …meliat pada sisi awam…
    yach boleh2 aja sich…dua2nya betul kok…
    apalagi myrazano webnya kajian hakikat tauhid…yach arahnya pasti ke makrifat…
    Salam sukses juga buat myrazano..
    Wassalam

  6. ryanto126 said

    Salam. . .
    Kunjungan balik nih.
    Wah. . . Blognya keren. .
    Menunya banyak sekali, bingung mana dulu yang mesti dicicipi.
    Terima kasih atas kunjungan anda.
    Salam kenal.
    Sukses untuk anda.
    O. . . Iya mau tanya nih
    Diatas dikatakan bahwa Allah itu kekal selama-lamanya.
    Apakah kita ( manusia ), kekal atau tidak ya?
    Wassalam

  7. Ryanto…
    ada sebagian makhluknya yang dikekalkan…so bukan kekal tapi dikekalkan atau diabadikan hhhhh kayak dimuseumkann yach…

  8. Ryanto126 said

    Salam
    O. . .jadi sebagian mahlukNya.
    Apa manusia termasuk yang sebagian itu? ( kan yang saya tanya manusia )
    Kalau menurut anda mungkinkah manusia itu kekal?

  9. Assalamu alaikum
    @ryanto
    manusia nggak kekal filhaq.hhhh..kan janjinya ALLAH untuk mengekalkan manusia.ALLAH nggak mungkir janji…
    Hhhh…pertanyaannya manusia ya? kalo manusia fana.dalam arti manusia yang model di dunia.
    Kalau ruh.eit laen soal.
    umpama air yang di isi ke teko air pun berbentuk teko,kalau di gelas pun berbentuk gelas.
    Umpama jelas tak sama,umpama malah jauh berbeda dari aslinya…hanya untuk membantu memahami.
    tapi nich bagi yang kekal di neraka dibatasi dengan :ILLA MA SAA’ALLAH di al’an’am 128.
    Wallahu a’lamu bishowab.
    Wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: