بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Ayruel Blog(Hak Cipta Milik ALLAH…silahkan copy paste…)

1 Ummat

Posted by Ayruel pada 7 Agustus 2009

bismillahirrohmanirrohim

Assalamu Alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh

Alhamdulillah…

Waqod qoolaLLAHU ta’ala :

19. Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Rabbmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu. (QS. 10:19)

————–1ummah
Sebenarnya…TAK PERLU LAGI DITAFSIRKAN..

FIRMAN ALLAH …SANGAT JELAS MAKNANYA,MAKSUD SERTA TUJUANNYA.

Saya takut menafsirkan…seakan2 terkesan bahwa saya lebih hebat dari ALLAH .Ini yang saya Takutkan…

Nauzubillahi min dzalik.

baiklah ..saya coba sedikit menyimpulkan…

1.Manusia dulunya satu ummat.

2.Manusia berselilisih sesudah bersatunya.

3.Maka Allah menetapkan  Suatu  Ketetapan.

Ketetapan..itu dalam terjemahan alqur’an ke bahasa indonesia…

Bagi Saya..  terjemahannya begini :

Manusia Itu tak lain tak bukan adalah satu ummat Yang saling berselisih,Kalau bukan karena suatu Kalimat yg telah terdahulu dari robbmu(pengaturmu),Maka telah diputuskan perkara mereka (manusia) tentang apa – apa yang mereka perselisihkan pada saat itu.

Wassalam


36 Tanggapan to “1 Ummat”

  1. Assalamu’alaikum,
    Saya belum berani menafsirkan sebuah ayat Al Quran, karena pengetahuan saya yg masih teramat sangat minim, jadi mohon maaf bila saya belum bisa mengomentari tulisan ini. Ohya, tentang komentar Mas Ayruel di tulisan saya, seperti biasanya bisa dilihat kelanjutannya di blog saya, hanya saja saya mohon dimaklumi, kalau pendapat saya tsb salah, itu dikarenakan pengetahuan saya yang masih sangat minim.
    (Dewi Yana)

  2. adi isa said

    benar mas ayruel, kalau nggak salah ada lagi tuh ayat alquran
    kenapa manusia itu dijadikan bersuku-suku dan menjadi banyak ummat,..lupa tuh ayatnya.

    nice post

    regard
    adi isa

    • 13. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

      Alhujurat…49-13

  3. Assalamu’alaikum,
    Apa yg Mas Ayruel bahas di blog saya, masih ada kaitannya dgn qadha dan qadar Allah. Karena saya masih dalam tahap belajar dan karena masih sangat terbatasnya ilmu pengetahuan saya, mohon maaf, saya belum bisa menjawabnya, mungkin Mas Ayruel bisa sharing jawabannya ke saya? Terima kasih.
    (Dewi Yana)

  4. haniifa said

    Subhanallah

  5. @adi isa,dewi,haniifa…

    Sukron atas komentarnya

  6. lovepassword said

    Saling kenal mengenal. Dalam perkenalan yah kadang bisa berantem, kadang juga bisa rukun. Yah begiculah makhluk hidup yang namanya manusia.

  7. Assalamu’alaikum,
    Mas Ayruel, mengenai tulisan Puasa Ramadhan saya, InsyaAllah, pendapat saya sudah bisa dilihat, namun bila terdapat kesalahan mohon bantu koreksi ya Mas, karena saya masih belajar. Terima kasih.
    (Dewi Yana)

  8. KangBoed said

    SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG ‘TUK SAHABATKU TERSAYANG

    I LOVE YOU FUUUUUULLLLLLLLLLLLLLLLLLL

  9. Wedul Sherenian said

    Satu umat saat nabi mereka hidup. setelah nabi mereka meninggal ajaran mereka banyak yang menyimpang. saat datang nabi dari Allah dengan keterangan yang nyata terjadi perselisihan terjadi antara mereka kecuali orang2 yang beriman. Nabi Allah itulah “ketetapan”, dan ketetapan yang paling mumpuni adalah nabi Muhammad dengan Al-Quran sebagai tanda datangnya hari kiamat.

  10. Wedul Sherenian said

    Koreksi :

    Satu umat saat nabi mereka hidup (dimulai dari nabi Adam). setelah nabi mereka meninggal ajaran mereka banyak yang menyimpang. saat datang nabi baru dari Allah dengan keterangan yang nyata, terjadi perselisihan antara mereka kecuali orang2 yang beriman yang mengikuti nabi baru tersebut. Nabi Allah itulah “ketetapan”, dan ketetapan yang paling mumpuni adalah nabi Muhammad dengan Al-Quran sebagai tanda datangnya hari kiamat.

  11. oRiDo™ said

    kalo saya coba menafsirkan …
    *ps: saya bukan ahli tafsir atau semacamnya, cuma orang awam saja*
    saya coba kritisi hasil tafsiran mas Ayruel..

    yang saya tangkap dari pernyataan dalam tulisan ini adalah,
    nomor2 tersebut adalah urutan, jadi nomor 2 setelah ada nomor 1, dan nomor 3 setelah ada nomor 2..
    (hal ini di perkuat dengan tulisan “3. Maka…”

    saya rasa yg nomor 3 itu bukan di urutan ke 3..
    karena tafsiran saya untuk ayat tersebut adalah ketetapan Allah sudah ada sebelum adanya perselisihan..

    demikian pandangan awam saya..🙂

  12. Dono. said

    Assalamualaikum wr.wb.pak ayruel chana,

    Firman Allah : Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Rabbmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu. (QS. 10:19).
    Ketetapan ini sebenarnya menunjukkan waktu yaitu waktu datangnya penjelasan pada hari kiamat terhadap apa yg telah selalu mereka perselisihkan itu.

    Semoga bermanfaat,

    Wassalamualaikum wr.wb,
    Dono.

    • Waalaikum salam warohmatullohi wabarokatuh

      Ya pendapat pak dono boleh juga….
      سَبَقَتْ …ini fi’lul madi…
      Telah terjadi telah terdahulu..telah ditetapkan…
      Yang mana ALLAH sudah menetapkan Kalimat :
      baca : https://ayruel.wordpress.com/2009/06/22/menghitung-kalimah-robbi/

      Ayat ini juga menegaskan Takdir itu ALLAH yang menetapkan.
      Juga menjelaskan pada manusia…Segala sesuatunya telah ditetapkan ALLAH dengan satu Kalimah…
      LA ILAHA ILLA ALLAH.
      Ini Kalimah Tauhid.

      Terkadang manusia mempertanyakan :
      Mengapa ALLAH tak menciptakan Dunia yang putih saja,atau yang negatif saja,tak ada pembunuhan,perang,kezoliman,maksiat dll.
      Tentu ALLAH sanggup…
      Alam itu pun telah diciptakan ALLAH.
      yaitu Surga dan Neraka.
      Kemudia mereka akan mempertanyakan:
      Kenapa ALLAH tidak menciptakan Surga saja?
      padahal andai ALLAH hanya menciptakan Surga saja,maka mereka pasti mempertanyakan kekuasaan ALLAH untuk menciptakan Neraka.
      Mereka bertanya:
      ALLAH tak Kuasa menciptakan Neraka,karena kelemahannya meliat hambanya disiksa…

      Begitulah mereka2 yang selalu Engkar.Persi Bani ISRAIL ..
      Nauzubillah min zalik.

      Wassalam

  13. batjoe said

    nah saya uamtanya siapa mas ? heheheheee (gublok tenan aku mas)

    • haniifa said

      @Banyak Bacun
      nah saya uamtanya😛 siapa mas ? heheheheee (gublok tenan aku mas)
      __________________
      hua.ha.ha… sampean memang jujur soal kegoblak ngetek😀😆

      • haniifa said

        @Batjoe
        Tahu nggak artinya goblak ngetek ?!

        Kalau nggak tahu, nehhh.. saiyah kasih tahu yach…
        Artinya Sampean ini ngocoblaknya sama dengan ketek bau…. (Hua.ha.ha.)

    • haniifa said

      @Batjoe
      Sampean kayaknya umatnya Jin Ifrit…😀😆

      http://batjoe.wordpress.com/2009/08/12/pertanyaan-orang-bodoh/

      • batjoe said

        ass….
        hahahahhahaa maksih mas… emang mas hanifa tinggal dimana ya… mohon infonya ya mas siapa tahu bisa ketemuan disaat ad tugas…
        pingin banget saya ketemu dan bicara ttg banyak hal..
        mohon mas haniffa bisa kasih YM atau bagaimanalah..
        saya ingin sekali berkenalan dalam suasana yg sehat.
        mau mas koment bagaimanapun bagi saya biasa aja ndk pernah saya ambil hati kok dibuat santai aja
        sekali lg maksih mas haniffa ats koment2nya selama ini dan buat mas ayruel makasih atas artikelnya bagus banget dan tidak semuanya ttg agama tp ada juga ttg lainnya lebih luas.
        dan makasih atas jawabanya… oya mas YM adakah? atau sama dengan yg diemailkah. boleh tanya di emailnya kah mas? mohon persetujuannya ya mas

  14. dalam ayat ini frasa “ummatan wahidatan” hampir semuanya menterjemahkan dg “satu umat”….padahal kata “ummatun” selain bermakna “sekelompk orang/manusia atau umat”, juga dapat bermakna “thoriqoh/jalan hidup” (kamus bahasa arab munjiduth-thulab)…frasa “ummatan wahidatan” kurang tepat kalau diterjemahkan dg “satu umat”, krn perselisihan diantara manusia itu lebih disebabkan perselisihan thoriqoh/jalan hidup diantara manusia itu dari pada perselisihan yg menyebabkan bersuku-suku dan berras-ras…tepatnya frasa “ummatan wahidatan” diterjemahkan “satu thoriqoh/jalan hidup”…sehingga terjemahannya surat 10 ayat 19 menjadi ” dan tidaklah manusia itu (dulunya) melainkan berada dalam satu thoriqoh/jalan hidup (yakni tauhid) lalu mereka berselisih (sehingga menempuh berbagai macam thoriqoh/jalan hidup).Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yg telah dari tuhanmu dahulu (wahai muhammad saw), pastilah telah diputuskan diantara mereka tentang apa yg mereka perselisihkan”…
    demikian…semoga bermanfaat

  15. Usup Supriyadi said

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِفْتَرَقَتِ الْيَهُوْدُ عَلٰى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةًَ، وَتَفَرَّقتِ النَّصَارَى عَلٰى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةًَ، وَتَفْتَرِقُ إُمَّتِيْ عَلٰى ثَلاثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةًَ

    Artinya : Dari Abu Hurairah ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam : ”Kaum Yahudi telah terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan atau 72 (tujuh puluh dua) golongan, dan kaum Nashrani telah terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) atau 71 (tujuh puluh dua) golongan. Dan umatku akan terpecah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan”.

    Adanya perpecahan dalam tubuh umat Islam (dan juga umat-umat yang lainnya) telah dinashkan melalui Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahiihah.

    Allah berfirman :

    وَمَا كَانَ النَّاسُ إِلا أُمَّةً وَاحِدَةً فَاخْتَلَفُوا وَلَوْلا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ فِيمَا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

    “Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu.” [QS. Yunus : 19].

    Ini merupakan iradah kauniyyah dari Allah ta’ala. Namun Allah tidak menghendaki adanya perselisihan itu. Allah mencintai agar hamba-hamba-Nya selalu bersatu. Dan inilah yang iradah syar’iyyah dari Allah ta’ala. Allah berfirman :

    وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا

    “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai” [QS. Ali ‘Imran : 103].

    Wa Allaahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: