بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Ayruel Blog(Hak Cipta Milik ALLAH…silahkan copy paste…)

Gereja Galang Massa, Ancam Keluar Dari NKRI

Posted by Ayruel pada 7 Februari 2009

sumber : http://swaramuslim.com/prokontra/more.php?id=5_0_20_21_M
Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Pendeta Eben Nuban Timo menuding DPR RI sebagai biang kerok gerakan disintegrasi bangsa. Hal ini ditandai dengan sikap DPR saat pengesahan Undang-Undang Pornografi, di mana aspirasi masyarakat yang menolak UU tersebut diabaikan demi kepentingan kelompok mayoritas.

“Pemicu gerakan separatis di Jakarta. Dari rumah konstitusi sendiri. Negara seharusnya menjamin hak setiap warganegara dan bukan hanya mengutamakan kepentingan yang mayoritas,” kata Nuban Timo di Kupang, Selasa (4/11/2008).

Menurutnya, GMIT bersama Gereja Katolik dan gereja lainnya di NTT, secara tegas menolak pemberlakuan UU Pornografi, dengan alasan tidak mencerminkan kebhinekaan dan terkesan dipaksakan untuk mengamankan kepentingan kelompok tertentu. “Ada kesan bahwa berbagai persoalan bangsa disebabkan karena pornografi, seolah-olah rakyat Indonesia saat ini seperti binatang,” ujarnya.

UU tersebut, selain bertentangan dengan kebudayaan masyarakat NTT, juga menghambat masyarakat yang kreatif� melestarikan kebudayaan daerah.

“Ada banyak sanggar tarian yang mengandalkan gerakan tangan, kaki dan gerakan tubuh. Ada begitu banyak perancang pakaian yang akan mengalami kesulitan mengekspresikan hasil karyanya karena dianggap pornografi. Kehadiran UU Pornogari dengan sendirinya mematikan hasil kreasi anak bangsa,” katanya.�

Nuban Timo menambahkan, gereja dan beberapa lembaga lainnya akan mencari keadilan dari negara dengan cara mengajukan judicial review ke Mahkama Konstitusi dengan harapan UU tersebut dibatalkan demi sebuah keadilan.

Sementara Ketua Komidi A DPRD NTT, Cyrilus Bau Engo, mengatakan, secara kelembagaan, DPRD selaku representasi rakyat menyatakan menolak pemberlakuan UU Pornografi yang cenderung mematikan pelestarian budaya lokal maupun pariwisata daerah.

“Pimpinan dewan masih melakukan kajian, apakah melakukan gugatan hukum dengan mengajukan yudicial review atau meminta masyarakat menolak pemberlakuan UU di wilayah NTT,” ujarnya.

Menurut Cyrilus, substansi UU Pornografi tumpang tindih karena mengatur masalah moral yang semestinya menjadi urusan privasi manusia dengan agama dan budayanya.

“Di Pulau Sabu, setiap ada pertemuan harus diawali dengan ciuman, baik antara laki-laki maupun perempuan,” katanya.

Masyakarat setempat menjadikan kebiasaan itu sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. “Di Timor, setiap ada pertemuan keluarga ditandai dengan saling peluk dan cium. Apakah kebiasaan ini termasuk aksi pornografi?” tambah Cyrilus.

Sebelumnya sejumlah pimpinan Persekutuan Gereja-Gereja Kristen dari 5 Kabupaten/Kota Provinsi Papua Barat mendatangi DPR untuk menyatakan penolakannya terhadap pengesahan RUU Pornografi. Pimpinan dari 40 denominasi gereja tersebut diterima oleh Ketua DPR Agung Laksono.

Dalam pertemuan kurang lebih satu jam itu, mereka menyatakan sikap penolakannya terhadap pengesahan RUU Pornografi. Menurutnya, disahkannya RUU pada 30 Oktober lalu bisa merusak kebhinekaan yang selama ini terbangun di Indonesia.

“Kami dengan ini menyatakan menolak undang-undang RI tahun 2008 tentang pornografi,” ujar Sekretaris rombongan Filep Mayor saat membaca pernyataan sikap di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/11/2008).

Tidak hanya itu mereka pun mengancam keluar dari NKRI jika tuntutannya itu tida dipenuhi.

“Kami akan memisahkan diri dari negara indonesia jika undang-undang tersebut diberlakukan secara nasional,” imbuh Filep.

Ketua rombongan, Andrikus Mofu, mengatakan ancaman memisahkan diri dari NKRI ini merupakan bargaining politik terhadap kebijakan yang telah dilakukan pemerintah Indonesia terkait pengesahan undang-undang pornografi. (Radio Dakta)

5 Tanggapan to “Gereja Galang Massa, Ancam Keluar Dari NKRI”

  1. Itmam Aulia said

    btw.. emang yang anti UU pornografi dalam kehidupan sehari2 selalu berkecimpung dengan hal2 yang berbau seksual,,, terlebih tokoh agama manapun, ironisnya, bukankah agama selalu mengajarkan kepada kebaikan?!

  2. masicang said

    ada perbedaan mendasar antara seksualitas dan budaya.
    sayang persepsi ini tak semuanya sepakat.

    jadi saya sepakat untuk tidak sepakat.

  3. @Itmam Aulia
    padahal membayangkan sesuatu dengan nafsu saja bisa menjerumuskan kita…

    @masicang
    Budaya ,…hhh kan ada budi disana tochhh
    seperti isi naskah tersebut :
    “Di Pulau Sabu, setiap ada pertemuan harus diawali dengan ciuman, baik antara laki-laki maupun perempuan,” katanya.

    HHhhhh ,,,kalau nafsu…ato ini biasa di tempat ramai…berarti ditempat sunyi….hhhh…???????..lebih parah kayaknya

  4. rohayadi said


    Salahkah aku bertanya tentang Trinitas, atau tentang Tuhan yang kecewa terhadap pohon Ara, atau legenda sang rasul pembohong di antiokia.
    Lalu siapakah Lord dan pornografi incest dalam cerita Kejadian.
    Dan nabi seperti apakah yang telanjang di depan budak perempuan para hambanya.
    Seperti Apsalon yang menzinai gundik ayahnya, di depan mata seluruh Israel.
    Skematis rasis di pintu Samaria. Dan perempuan Kana’an yang teraskan anjing pramuria.
    Beri celah antara kerancuan dan kitab tercabul melebur zina.
    Bagi Tuhan yang bahkan masih bisa tertidur dan menangis ketakutan.
    Bacakanlah doktrin itu hey katholik?, dogma tritunggal yang membohongi fakta.
    Hingga misteri laki-laki yang bersinar dari pegunungan Paran.
    Generasi cahaya robbani dari revolusi suku Edar.
    Dan mimpi Yesaya atas kedatangan pasukan onta. Maka aku bersaksi hey khatolik,
    Diatas keTulusan hati ini, bahwa tiada Tuhan selain Alloh, dan nabi Muhammad itu utusan Alloh.

  5. Assalamu alaikum

    @Rohayadi
    Begitulah…katanya itu budaya…apa nggak salah tuch…membudidayakan segala sesuatu berbau porno.
    Begitulah…Nasrani sekarang ini,,…apakah benar mereka itu Nasrani?
    Masih tanda tanya???

    Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: